@flotozimanh | Notes
Kutukan Orang-Orang Berilmu

Tidak jarang kita temui, orang berilmu, orang-orang berpengetahuan banyak sekali bertebaran di muka bumi ini, sebagian dari mereka baik. Dan terkadang dalam sudut pandang mereka yang belum mengetahui atau secara tidak sadar, mereka ini terkadang terlihat janggal. Kutukan ini terkadang meninggalkan bekas di masa depan kepada orang lain.

1. Merasa Mengetahui, Padahal Tidak

Karena mereka telah ditempa dengan begitu banyaknya informasi yang masuk kepada pikiran, mereka merasa dirinya ini telah terlalu banyak menerima informasi, sehingga dirinya ini merasakan ia telah tahu banyak hal yang telah dijelaskan, entah itu dalam bentuk buku ataupun bentuk lisan. Bahayanya ini ketika mereka merasa benar dalam memutuskan perkara besar (gegabah) dalam urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga dirinya dapat mencelakakan orang-orang dalam jumlah yang tidak sedikit.

2. Sulit Menjelaskan Hal Rumit

Sebagian mereka ditempa dan menyaksikan hal-hal yang sebelumnya terkadang belum pernah dijelaskan kepada orang pada umumnya. Orang-orang seperti ini akan terlihat kebingungan di mata orang yang sedang menjadi lawan bicaranya, sementara lawan bicaranya itu tidak mengerti kejanggalan dan apa yang sedang dibicarakan olehnya.

3. Terkadang Sulit Membedakan Baik Dan Buruk

Di beberapa ilmu, terkadang yang baik dan yang buruk itu tidak dibahas, karena sebutlah ilmu itu semacam pernak-pernik dan hiasannya, akan tetapi pernak-pernik itu (dalam sudut pandang orang ini) tidak diketahui mana yang akan baik untuk dirinya dan mana pula yang buruk. Singkatnya, pembeda baik dan buruknya telah tersalip dengan begitu dan terlalu banyaknya informasi yang telah diterima.

4. Menjadi Angkuh

Ini adalah hal yang umum terjadi, karena kelebihan informasi terkadang orang dapat lebih melakukan sesuatu yang tidak umum orang lain lakukan. Sebenarnya itu menunjukkan tanda sisi kebodohan pada seseorang yang berilmu, karena orang yang sebenarnya baik dalam berilmu ialah yang takut kepada Sang Maha Pencipta, semakin tinggi dalam berilmu, bukanlah semakin sombong, namun semakin tunduk dan hormat bahwa seluruh penjelasaan penciptaan-Nya itu yang telah diberikan kepada orang ini.