@flotozimanh | Notes
Wrath of Heaven

Sebuah topik lain yang membawakan arti kepada sebuah makna; Do'a adalah sesuatu yang tak terhindarkan, yang seringkali orang meremehkannya. Di kehidupan yang sulit ini, Allah lah sendiri yang dapat membantu diri ini. Tidak ada selain daripada-Nya penolong dan yang dapat membantu di dalam kehidupan ini. Dia lah penguasa absolut atas semua makhluk-Nya. All Glory be to Him alone.

Ketika kezaliman saya saksikan didepan mata, disaat saya tidak dapat berbuat apa pun selain berdo'a kepada-Nya, Dia mendengar do'a ini dan dampak dari sekilas do'a yang akan terjadi di masa depan itu terlihat dahsyat, pula itu terlihat mengerikan, seperti yang tercantum dalam surah dan ayat berikut.

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَـٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍۢ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَـٰرُ ٤٢

Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِى رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْـِٔدَتُهُمْ هَوَآءٌۭ ٤٣

mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip dan hati mereka kosong. - QS Ibrahim [14:42-43]

Untuk mereka yang zalim kepada orang lain, mereka adalah seorang yang seringkali dibutakan hatinya oleh Allah, sehingga mereka tidak sadar akan hal itu. Pada hal ini, seseorang yang berdo'a kepada Rabb-nya akan menjadi sesuatu yang dapat dipelajari, bereksperimen dan diperhatikan bagaimana Rabb akan merespons kepada kezaliman itu, dan pendo'a boleh jadi akan mensaksikannya di masa depan.

Hukum Allah

Sejauh ini yang saya saksikan disaat waktu seperti pada surah diatas itu terjadi, seseorang tidak akan dapat menolak-Nya, dan seseorang yang lain pun tidak akan dapat menolongnya. Seperti semisal orang yang berbuat kesombongan, Ia tidak sadar dirinya sedang bodoh ketika berbuat demikian, lalu disaat ia lengah dan dihadapi oleh orang yang dahsyat, dirinya akan terbantai oleh individu itu. Kasus lain yang serupa tidak hanya menimpa satu individu saja, melainkan satu golongan, satu kaum, satu negeri pun tidak akan ada apa-apanya dihadapan Sang Maha Pencipta itu. Tidak peduli siapa dia, apa jabatannya, entah itu penguasa bumi, penguasa dari galaksi, penguasa langit pun tidak akan ada apa-apanya.

Untuk seseorang yang belum pernah menyadarinya, seperti dahulu saya melihat ketika ada individu yang menzalimi, pernah saya anggap Dia (Allah) tidak mendengarnya, lalu saya berdo'a Rabb? Kemanakah Engkau disaat ini terjadi? Bukankah Engkau berjanji pada ayat-Mu sendiri, sungguh Engkau tidaklah munafik seperti makhluk.. Di waktu yang lain juga saya merenung bahwa kemungkinan karena itu di sisi lain ada sesuatu pada Hadits Qudsi yang berbunyi seperti demikian:

إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي

“Sesungguhnya kasih sayang-Ku mengalahkan Murka-Ku”. (HR. Muslim, No: 2751).

Ya, dia-lah Maha Bijaksana, Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya, namun pada dasarnya, Dia (Allah) itu tidak munafik, tidak sama dengan makhluk serta berbantahan kata pada kalimat-Nya sendiri. Karena itu terkadang saya hanya perlu untuk mempelajari perlakuan kezaliman individu ini, bagaimana respons dari-Nya kepada makhluk-Nya, hingga batas waktu yang ada, yang saya pun tidak tahu kapan sesuatu itu akan terjadi. Dan disaat waktu itu terjadi, terjadilah, itu memang sering adanya sesuatu yang terjadi dan datang pada arah yang tidak diketahui. Semisal contohnya muncul fitnah pada golongan internal, datangnya wabah, penyakit, dan sebagainya. Itu sangatlah brutal dan selama ini tidak ada seseorang pun menolak hal itu. Karena itu, seseorang hendaknya menyadari kepada Rabb-nya bahwasanya sesuatu dibalik apa yang bisa kau lihat itu ada sesuatu yang melampaui.