@flotozimanh | Notes
Sombong, Arogansi, Angkuh, Congkak

Berikut adalah definisi dari KBBI:  

sombong/som·bong/ a menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah: tabiatnya agak aneh, sebentar -- sebentar rendah hati; berkata dengan --;

congkak1/cong·kak/ a merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dan sebagainya); sombong; pongah; angkuh: kelakuannya yang -- itu menjauhkan orang darinya; -- bongak sangat congkak;

angkuh1/ang·kuh/ a sifat suka memandang rendah kepada orang lain; tinggi hati; sombong; congkak: karena sikapnya yang -- itu, ia tidak disukai orang;

arogan/aro·gan/ a 1 sombong; congkak; angkuh; 2 Psi mempunyai perasaan superioritas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah: dalam dunia yang penuh manusia -- dan kepalsuan ini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar

Sudah sebiasanya hari-hari ini bertemu dengan sifat dan perasaan 'tinggi' ini, walaupun itu hanya sebuah rasa. Seringkali sebuah rasa ini keluar tanpa alasan, bahkan tidak disadari. Untuk mereka yang tidak diketahuinya atau tidak disadarinya sifat ini, mereka bisa saja mengambil sikap tanpa rasa bersalah. Ketika saya duduk di sebuah teras sekolah, di sebelah pinggirnya adalah trotoar untuk berjalan kaki, disana ada sebuah botol yang bergeletak, seseorang yang sedang berjalan santai ketika melintasi botol itu menendangnya 'like a boss'. Atau suatu ketika ada seseorang sering mencemooh-kan sebuah penampilan individu yang lain pula. Ada juga orang yang menindas bawahannya (pada hierarki) organisasi dengan cara menyuruh-nyuruh kepada individu yang lain yang notabene-nya adalah 'bawahan'. Namun, apa yang sebenarnya mereka cari padahal disaat manusia itu tahu bahwa mereka juga adalah sebuah parasit di muka bumi ini?

Tak Ada Surga Pada Ke-4 Itu

Sebagian orang mungkin berkeyakinan, atau bahkan berkata: surga dan neraka itu tidak ada; Jawabannya adalah ada disaat (ketika) kau merasakannya.

تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْـَٔاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّۭا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًۭا ۚ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ ٨٣

Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa. - QS Al-Qasas [28:83]

Tidak ada tempat untuk para ke-4 itu, walaupun mereka hanya 'merasa' pada perasaan saja. Disaat seseorang diberi nikmat dan dipergunakan untuk menghamburkannya, harta bergelimang yang banyak seakan-akan ialah merasa diberkahi pada hidupnya, disaat Allah cabut nikmat itu dengan bencana, seakan-akan ia sedang dizalimi, namun kenyataannya itulah akibat dari sifatnya sendiri.

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ كَانَ يَـُٔوسًا

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa. - QS Al-Isra [17:83]

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٍ

Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa. - QS Fussilat [41:51]