@flotozimanh | Notes
Mempertimbangkan Hari Akhir Sejak Awal Permulaan

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Ini adalah sebuah catatan dengan penuh kewaspadaan terhadap apa yang dilakukan oleh seorang diri, apa akibat dan akhirnya segala sesuatu. Dan ya, kehidupan di dunia ini, pada beberapa individu, mereka tidak memberi tahu apa yang akan dirancang, dilakukan, apa yang akan diwujudkan dengan rencana-rencana nya. Trik yang sering digunakan demikian lah yang menjadi fitnah di dunia, dengan banyak tuntutan dan konsekuensi yang diberikan dari makhluk ke makhluk. Tercantum secara ekstensif pada surat Al-Ankabut [29]:

الٓمٓ ١

Alif lām mīm.

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ٢

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?

وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَـٰذِبِينَ ٣

Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

أَمْ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَسْبِقُونَا ۚ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ ٤

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!

مَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَـَٔاتٍۢ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ٥

Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

وَمَن جَـٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَـٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٦

Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٧

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

Celakanya Orang Gegabah

Sebagian dari mereka yang merasakan dirinya tahu segala sesuatu dan banyak berbuat itu kelak akan celaka, ibaratnya ia banyak sekali bicara tentang banyak hal, namun disaat waktu telah mulai dan sudah berjalan mengarah kepada waktu yang akhir itu, ia tidak mengerti apa yang telah diperbuatnya di masa lampau. Waktu-waktu yang telah terjadi di masa lampau adalah informasi orang yang telah berbuat dengan pola-pola nya. Al-Quran sering memberi tahu kita apa yang akan terjadi bila kita berniat sama dengan orang yang yang sudah binasa di masa yang telah lampau, mereka mati dengan tidak wajar, dan seringkali tragis. Ini tidak menimpa hanya kepada individu saja, namun pada satu kaum, seperti kaum Musa, kaum Nuh, kaum Ibrahim.

Ambil lah sebagai contohnya di tahun 2026 ini kaum ekonomi, kaum pebisnis, dan sebagainya. Mereka ini hidup dan berbuat dengan menciptakan rekayasa bagaimana manusia hidup sehari-harinya bergantung kepada uang. Di masa hidupnya, mereka ini mengelola manusia, 'membawahi' manusia dengan segala 'advantage'-nya dengan kontrol dan ancaman. Mereka tetap berperilaku selama dia makan dari hasil perintah-nya kepada bawahan itu. Disini sebagai bos lah dia 'berwenang' dengan perilaku-perilaku itu. Setelah dia itu berkuasa selama waktu itu, dan dengan kesabaran yang telah dilalui kaum yang dibawahi ini, sebutlah para buruh, mereka menghadapi 'bencana alam', banjir, tsunami, bangunan-bangunan hancur, titel bos disaat waktu akhir ini tidaklah berguna bagi mereka pada hari itu.

Pola-pola ini selalu terulang pada dunia manusia sejak pada zaman dahulu, Ibrahim tahu semenjak awal sesuatu yang akan terjadi:

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ ٨٣

(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,

وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥

dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,

وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ ٨٧

dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌۭ وَلَا بَنُونَ ٨٨

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍۢ ٨٩

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ٩٠

dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ٩١

dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,"

وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ٩٢

dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,

مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ ٩٣

selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?" - QS Asy-Syu'ara [26:83-93]

Allah Maha Besar

Allah itu tidak peduli sebesar apa harta Anda, se-mulia apa Anda di dunia Anda. Segala perbuatan Anda semasa Anda hidup, berperilaku kepada orang lain akan dibalas sepenuhnya, setimpal dan adil. Tidak peduli apapun alasan Anda. Tidak peduli apa pembenaran atas dasar ilmu Anda di dunia. Dan pilihan-pilihan di dunia itu Anda akan ambil konsekuensi nya di hari akhir disaat Anda berperilaku di masa lampau.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ٢

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, - QS Al-Fatihah [1:2]

  1. Orang hina di dunia, disaat sabar, dia mulia di hari akhir

  2. Orang tertindas di dunia, disaat sabar, dia berjaya di hari akhir

  3. Orang sewenang-wenang memperlakukan orang lain dengan buruk, akan mati dengan secara tidak wajar

  4. Orang yang menjadikan yang dicintainya (seperti harta) sebagai tandingan melebihi Allah, yang dicintainya itu akan dibinasakan

  5. Apapun yang dibangun di bumi, yang dibanggakan, akan dihancurkan, dilibas oleh alam semesta

  6. Orang yang bertekad untuk lahir menjadi penguasa, akan disiapkan untuk dibantai oleh massa di masa depan

  7. Orang yang bertekad untuk kebaikan, akan dipersiapkan untuk dihadapkan kepada orang-orang yang zalim

  8. Orang yang menghendaki harta dan kepemilikan, akan dipersiapkan untuk dihadapkan kepada pencuri

  9. Orang yang berbuat kebohongan, dipersiapkan untuk menghancurkan dirinya sendiri, meskipun ia percaya ia akan hidup lama

  10. Orang yang menghendaki kebahagiaan di dunia, dipersiapkan untuk menanggung segala kepedihannya di hari akhir

  11. Orang yang suka menghina, merendahkan orang akan dibuat rendah hati

  12. Banyak sekali ...

Membedakan Perkara Dunia Dan Akhirat

Kita ini percaya, segala kehendak atau perbuatan ini bisa dijewantahkan menjadi kalimat, yang itu adalah namanya niat. Diri ini seharusnya menanyakan dan mencari sebelum berbuat, apa akhir dari semua ini. Bila seseorang itu berbuat karena alasan ilmu nya, maka carilah akhir dari ilmu itu. Sebutlah semisal ilmu bisnis, akhir dari ilmu bisnis ini dengan sendirinya tahu dia akan stagnan pada waktu-waktu tertentu bahkan pailit dan bangkrut, dia akan hancur disaat alam ikut hancur. Dunia investasi beserta pelakunya (investor) akan rugi disaat nilai barang yang dicintainya jatuh. Dunia sains berakhir disaat pelakunya (scientist) tidak memiliki pengetahuan moral yang sepadan (sebagai pembeda baik-buruk), dan sebagainya. Dunia entertainment berakhir disaat pelakunya (aktris, influencer) tercoreng nama baiknya karena berbuat kesalahan. Carilah tahu selalu akhir dari segala perkara sebelum Anda akan diperlakukan dan dibalas sama seperti mereka di hari akhir. Dan ultimatumnya adalah:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۢ ٢٦

Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَـٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ ٢٧

tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. - QS Ar-Rahman [55:27-28]

Dalam contoh ini, menjadi petani bukanlah perkara yang hina dan rendah (walaupun di dunia ia sering dihina), dia memanfaatkan makhluk ciptaan Tuhan, tanaman yang berbuah, membawa manfaat untuk manusia dan banyak makhluk-makhluk lain. Benihnya akan dibawa oleh air hujan, menumbuhkan dan memperbanyak diri nya kemana saja yang ia kehendaki, bahkan terbawa arus sungai. Benihnya kecil, disaat ada bencana alam yang melibas, seperti longsor, atau banjir, dia akan tersimpan di dalam tanah, sebagiannya tumbuh dan regenerasi disaat manusia dan makhluk-makhluk yang di atasnya telah lapuk dan binasa. Itulah sesuatu yang sangat indah dari Tuhan-mu, tanaman terus regenerasi dan dibutuhkan oleh manusia, membuat siklus kehidupan yang berputar dan baik untuk seluruh makhluk. Sama pula menjadi penulis, orang yang membagikan ilmu dan hartanya dengan sedekah, dia merawatkan kehidupan dengan menyisihkan miliknya dengan penuh kesadaran bahwa yang ia pegang tidaklah berguna hanya untuk diri sendiri, namun orang lain pula, dan ia sadar, 'harta' itu tidaklah berkurang, namun hanya berpindah dan berubah saja.