Kehidupan ini selalu membentang luas daripada fitnah yang selalu dikembangkan oleh manusia. Karena mereka selalu punya akal untuk membuat ide, untuk melakukan sesuatu yang terkadang belum pernah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya. Memang, terkadang itu sangat melelahkan. Dan semenjak kita datang dan dilahirkan ke bumi, tidak adalah petunjuk atau penuntun, yang terkadang kita tidak tahu menahu tentang sebab, dan asal muasal apapun yang kita lihat.
Apa Yang Spesial Dalam Al-Quran
Menurut saya selama ini yang dirasakan, Allah itu benar-benar melihat hambanya disaat waktu apapun. Entah itu senang, sedih, susah (dalam masa-masa sukar), ataupun bahagia. Dan Allah itu benar-benar berkehendak apa yang dikehendaki-Nya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ ١٥٥
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۭ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ ١٥٧
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. - QS Al-Baqarah [2:155-157]
Bukan hanya itu saja, kehidupan di bumi ini adalah masterpiece-Nya yang dimana kita belajar langsung dari alam itu sendiri.
Persepsi Disaat Menyadari Kebesaran-Nya
Disaat saya berbaring di kamar, dengan lampu yang dimatikan, dan kesunyian, keheningan di tengah malam begitu tenang. Ditanyakanlah dan terasakanlah jantung ini tentang sesuatu "apa yang membuat jantung ini bisa berdebar?", "tanganku bergerak begitu pula?", tanganku ini seperti benda pada umumnya, namun ia bisa bergerak dan digerakkan. Sama halnya pula dengan rambut yang bisa tumbuh, bukankah aku tidak dapat mengontrolnya? Apa 'yang menggerakan' semua ini? Tepatnya, semua alam ini? Juga, di waktu lain saya suka sekali melihat sebuah benih, yang awalnya hanya sebesar batu kerikil, biji buah pepaya. Sekilas itu hanya sekedar seperti batu kerikil, namun saya kubur didalam tanah, disiram dengan air. Beberapa hari telah berubah dan keluarlah sebuah akar. Perubahan itu membuat dan termunculkan pertanyaan, apa atau siapa yang membuat perubahan itu, sedangkan ini adalah sebuah benda, namun dapat 'bergerak' dan 'berubah'. Untuk mereka yang benar-benar tidak tahu tentang itu, sangat sayang sekali, karena memang, pengetahuan-pengetahuan itu terkadang tidak dikeluarkan dan dijewantahkan karena selalu banyak bantahan, namun bila kita lihat ayat ini:
وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا ٧٢
Siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, di akhirat pun dia pasti buta dan lebih tersesat jalannya. - QS Al-Isra [17:71]
Hukum yang berlaku ini membuat manusia yang tidak tahu menahu akan memperparah keadaannya sendiri disaat ia tidak mendapatkan pengetahuan tentang apapun yang ada. Dan saya di waktu modern ini terbagi kedalam orang yang tidak terberitahukan, dan memang orang sering melakukan ini (tidak menebarkan kebenaran) dengan alasan keamanan, atau karena kekuasaannya sendiri. Dan kita bisa lihat di ayat ini beserta larangannya:
وَلَا تَلْبِسُوا۟ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَـٰطِلِ وَتَكْتُمُوا۟ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ٤٢
Dan janganlah kalian campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kalian sembunyikan kebenaran, sedangkan kalian mengetahuinya. - QS Al-Baqarah [2:42]
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنَّـٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتَـٰبِ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللَّـٰعِنُونَ ١٥٩
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur`an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh orang-orang yang melaknat, - QS Al-Baqarah [2:159]
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ١٦٠
kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. - QS Al-Baqarah [2:160]
Sering manusia sulit menerima informasi yang baru, karena memang itulah sifatnya, yang benar menjadi terkadang belum tentu benar menurutnya. Atau bahkan menolak kebenaran, yang sering dikaitkan dengan sifat sombong. Yang setiap nalar berjalan menjewantahkan hal ini dan itu menurutnya.
Keterbalikan Dalam Kehidupan
Semasa kecil saya membaca Al-Quran, saya kira memang tidak ada sesuatu yang aneh melihat ayat-ayat nya. Namun segala sesuatu mulai terlihat selama hidup ini, satu persatu peringatan dan larangan di Al-Quran adalah benar adanya dan manusia sering menjadi 'tanda' dalam hal itu. Semisal larangan X di Al-Quran, itu adalah faktanya yang dilakukan manusia umumnya. Kebajikan X pula sering diakali dan dilawan dengan semua ide, pikiran dan berbagai macam cara. Atau terkadang perkara atau kebajikan yang ada malah tidak dilaksanakan, dan Al-Quran sering menyebut orang ini dengan sebutan 'fasik'.
فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَنزَلْنَا عَلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رِجْزًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ ٥٩
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik. - QS Al-Baqarah [2:59]
Sehingga, Al-Quran membuat saya yakin, semua kebiadaban yang ada di bumi yang disebabkan manusia walaupun ia beralasan baik tanpa perbuatan yang benar itu tercerminkan dalam Al-Quran, dan Al-Quran bisa membuat setiap individu sadar akan zalimnya manusia, walaupun ia berkata baik.
إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَـٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًۭا جَهُولًۭا ٧٢
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu amanah itu dipikul oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
لِّيُعَذِّبَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ وَٱلْمُشْرِكِينَ وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ وَيَتُوبَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۢا ٧٣
sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. - QS Al-Ahzab [33:72-73]
Dan ayat terakhir itu adalah tanda atau indikator apa yang akan dijadikan pada pelaku sebagai bukti bahwa itu adalah benar adanya dan Allah benar-benar berkehendak dan tidak pandang siapa ia dan dimana ia berada.