@flotozimanh | Notes
Apa Buktinya Kalau Kau Itu Ada?

أَوَلَا يَذْكُرُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْـًٔا

 Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali? - QS Maryam [19:67]

Merinding melihat kalimat ini. Dan itu betul, kita ini dahulu tidak pernah ada. Seseorang bertanya "apa buktinya bila kita itu ada?" dan salah satu orang menjawab dengan cubitan kepada kulitnya sendiri sambil berkata "ini sih tuh ada." (sambil merasakannya). Ya, itu hanyalah sebuah rasa yang ada, namun apakah ia merasakannya disaat ia masih belum ada?

هَلْ أَتَىٰ عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ حِينٌ مِّنَ ٱلدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْـًٔا مَّذْكُورًا

Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? - QS Al-Insan [76:1]

Apa Yang Didapat

Itu adalah sebuah ketukan bahwasanya, kita ini ada, diadakan. Dahulu kita ini tiada, sekarang ada dan kau sedang menyaksikan teks yang saya tulis, lalu kau di-tiadakan kembali (meninggal dunia). Disinilah kau dipertanyakan, Kau ada untuk apa di dunia ini? Apa yang kau lakukan?. Hal ini membuat kau lebih menyadari, kau tidaklah datang dari sini, namun sebenarnya hidup disini sementara waktu, bila menjadi parasit ataupun hama, maka sadarilah itu. Dirimu ini adalah seorang pendatang, bukan seorang penghuni disini. Dan kau adalah seorang yang asing sebenarnya, walaupun kau telah membuat pengikut. Tinggal kau sadari saja, perbuatanmu di muka bumi ini apakah akan membuat kerusakan, kebaikan, kebajikan, atau hanya berpura-pura saja? Kau baiknya pertimbangkan perbuatan baik dan burukmu itu sebelum kau bertindak, dan jangan pernah memulai sesuatu yang buruk bila kau ingin diperlakukan baik.

أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن نُّطْفَةٍۢ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌۭ مُّبِينٌۭ ٧٧

Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata! - QS Yasin [36:77]

Sering saya melihat arogansi dari seseorang yang dilakukan tanpa sebab, yang itu sebenarnya membuat diri mereka akan dihancurkan oleh Sang Maha Pencipta itu sendiri. Muak-lah diri kepada sifat ini, hingga munculnya diri Sang Maha Pencipta yang secara mutlak tidak munafik, dan balasan-Nya pasti. Murka-Nya membuat para makhluk terbelalak, dan tidak dapat seorang-pun dapat menolak penerimaan-Nya.

فَسُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٨٣

Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan. - QS Yasin [36:83]